Sunday, November 27, 2016

Beasiswa LPDP #6 - Menyapa Indonesia "Plampang Cerdas"

Pembangunan Indonesia yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Program pembangunan ini sejatinya dijalankan secara terus menerus mengingat Indonesia adalah negara yang besar dimana ketidakmerataan pembangunan menjadi hal yang patut diwaspadai. Indonesia tidak hanya berdiri di atas pondasi kota besar nan megah, tetapi juga disokong oleh desa-desa yang sebagian masih menjadi cerminan nyata bagaimana kesejahteraan belum merata di negeri ini. Sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (BPI-LPDP), kami berkomitmen untuk melakukan proyek pengembangan masyarakat dan bersinergi dengan seluruh pihak sebagai bentuk kepedulian sosial.

Menyapa Indonesia hadir sebagai salah satu program untuk mengasah empati dan kepedulian sosial para calon pemimpin masa depan. Melalui program ini, kami berkomitmen untuk bersinergi membangun daerah yang jauh dari kondisi sejahtera. Program ini berisi kegiatan yang diharapkan secara jangka panjang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal baik dari segi infrastruktur, ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan dan kebudayaan. Sasaran utama dari program Menyapa Indonesia adalah daerah-daerah tertinggal di Indonesia yang mengalami salah satu atau keempat permasalahan tersebut.

Kami, PK-48 Gempita Nusantara, melalui Menyapa Indonesia, berusaha memberikan kontribusi nyata di tengah gempita pembangunan yang sedang disemarakkan oleh berbagai pihak. Mengusung simbol layang-layang, kami berupaya untuk menerbangkan cita-cita kami setinggi mungkin, menyentuh negeri ini, demi membangun Indonesia yang lebih mandiri.

Program Menyapa Indonesia yang kami jalankan mengambil lokasi di Dukuh Plampang, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melihat fenomena kekanekaragaman budaya dan kekayaan sumber daya alamnya, maka kami berinisiatif untuk berfokus pada pengembangan kualitas masyarakat di daerah tersebut melalui pendidikan dan pelatihan. Program ini akan kami jalankan hingga 2-3 tahun ke depan. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kader di desa binaan kami sudah siap untuk berkembang secara mandiri.

Dukuh Plampang hanya berjarak sekitar 56 km dari Kota Yogyakarta dan dapat diakses dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Namun demikian, sebagian besar warga Dukuh Plampang yang bekerja sebagai penderes nira berada di bawah garis kesejahteraan. Ironisnya, hal tersebut juga mempengaruhi generasi muda di daerah tersebut. Ketika kami bertanya pada siswa SMP Negeri 3 Kokap apa cita-cita mereka setelah lulus SMP, sebagian isi kelas menjawab akan bekerja nderes nira atau sebagai petani nira. Tidak sedikit dari mereka yang menyatakan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena ketiadaan biaya.

Berlatarbelakang pengetahuan akan potensi dan kebutuhan di Desa Kalirejo, kami mengadakan program-program sebagai berikut.

Beasiswa Gempita
Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi siswa SMP berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK melalui pembiayaan biaya sekolah, bantuan penyediaan peralatan sekolah, serta bantuan uang saku bulanan. Selama masa beasiswa, penerima beasiswa akan mendapatkan pendampingan oleh anggota PK-48 Gempita Nusantara serta pemantauan prestasi melalui sistem monitoring dan evaluasi per semester.

Rumah Baca Gempita
Kegiatan yang memiliki tujuan untuk menumbuhkan minat baca pada masyarakat terutama pada anak anak melalui penyediaan berbagai macam buku mulai dari buku bacaan ringan hingga buku-buku kecakapan hidup. Rumah baca ini juga akan menjadi sarana keterbukaan informasi masyarakat mengenai program-program beasiswa serta lowongan pekerjaan melalui kegiatan mading (majalah dinding). Lebih jauh lagi, diharapkan rumah baca ini bisa menjadi pusat teknologi yang menyediakan fasilitas internet sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang.

Program Peningkatan Kecakapan Hidup
Program in bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar untuk menginisiasi industri kreatif yang mengoptimalkan sumber daya lokal (kayu, bambu). Masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk membentuk dan mengembangkan usaha mandiri sehingga pada akhirnya mampu menciptakan peluang lapangan kerja baru yang mampu memperbaiki taraf hidup. Selain itu, melalui pelatihan dasar penggunakan komputer, perangkat Desa Kalirejo diajak untuk meningkatkan kemampuan dalam melayani masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

Infografis Mi Rev Page 001

Untuk menyukseskan rangkaian-rangkaian program Plampang Cerdas, kami tidak bekerja sendiri. Kami ingin melibatkan masyarakat secara luas untuk turut berkontribusi. Karena itu, bagi masyarakat yang tergerak untuk Menyapa Indonesia melalui bantuan berupa materi, kami bukakan pintu selebar-lebarnya. Bantuan Anda akan kami salurkan untuk mendanai program Plampang Cerdas.

Donasi dapat disalurkan melalui kitabisa.com/miplampangcerdas atau langsung disampaikan melalui rekening BCA 1390059562 a.n Farah Aulia Rahman. Sedikit kelebihan rezeki Anda akan berarti banyak untuk kami :")







*artikel disadur dari web PK-48 Gempita Nusantara dengan perubahan seperlunya*





Beasiswa LPDP #5 - Persiapan Keberangkatan (PK)

Hai halo!

Ini yang ditunggu-tunggu semua awardee setelah memperoleh SK lulus wawancara : Persiapan Keberangkatan a.k.a. PK!

Jadi pada dasarnya PK adalah sebuah program pelayanan yang diberikan oleh LPDP kepada para calon awardee-nya sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk program PK ini, para awardee tentu saja tidak perlu mengeluarkan biaya. Tapiiii...ada biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, seperti  biaya transportasi ke dan dari daerah asal domisili, kemudian biaya-biaya untuk mengerjakan tugas, juga biaya-biaya untuk mempersiapkan acara penutupan yang meriah. Tapi semua itu tentu saja sepadan dengan apa yang akan didapatkan dari program ini.

Program ini terdiri atas 6 hari: 5 hari di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, dan 1 hari terakhir untuk acara penutupan. Acara penutupan ini biasanya dilakukan di luar Wisma Hijau, terserah angkatannya mau melaksanakan di mana. PK-48 kemarin memilih untuk melaksanakan acara ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan.

Apa aja sih isi dari PK ini? Nah ini ada highlight acara selama seminggu:


Jadi kurang lebih demikian. PK isinya dari hari ke hari adalah seminar. Seminar-seminar tersebut diisi oleh orang-orang yang luar biasa hebat. Selain itu, setiap pagi hari kami melakukan olahraga pagi. Olahraga paginya seru. Diawali dengan senam, dilanjutkan dengan latihan flashmob, terus integrity sportIntegrity sport ini sebenarnya kaya permainan anak anak dan permainan tujuh belas Agustus-an. Hari pertama olahraga (hari kedua PK) kami main bentengan kalau nggak salah. Yak. Ta benteng banget~ Hari kedua kami main galasin atau gobak sodor. Hari ketiga kami main tarik tambang. Hari keempat kami main futsal kembar siam (futsal tapi dua orang dua orang diikat pergelangan tangannya). Seru banget sih. Sepanjang permainan diadakan, disetel musik. Angkatan 48 itu angkatan joget. Jadilah kami nonton sambil ketawa-ketawa dan banyak joget. Dari joget dangdut ngasal, sampe joget Asereje dan Macarena. Haha. Balik ke dalam ruangan, di hari pertama, kami disambut oleh PIC PK, Bapak Mohammad Kamiluddin. Beliau ini adalah one man hero yang mengurusi semuanya mengenai PK. Sebenarnya beliau punya tim, tapi keputusan akhir dalam segala sesuatu diurusi oleh beliau. Luar biasa. Hingga tulisan ini dibuat, ada 50 PK yang telah beliau urusi, sendirian. Ada yang bertanya pada saya, apa setiap PK mendapat pendamping sendiri, jawabannya adalah: TIDAK. Setiap PK didampingi oleh Pak Kamil. Di hari pertama ini pula kami mendapat materi dari Pak Jimly Asshiddiqie. Keren sekali. Setelah  makan malam, giliran kami yang tampil dalam acara By-You-For-You: PK Mencari Bakat Dangdutan. Ini acara cukup menggemparkan! Ternyata PK48 betul-betul doyan joget, dan banyak yang berbakat dangdutan. 6 kelompok yang tampil, 6 kali kami semua berjoget bersama. Wes, ra nduwe isin pol. Pakaian yang tadinya rapi, menjadi kusut masai tak terkendali. Saking serunya kami, Pak Kamil sampai ikut berjoget. Bahkan di akhir acara, karena masih ada waktu, panitia ikut tampil bernyanyi dan Pak Kamil bernyanyi juga :)))) Acara selesai pukul 10pm, dan ketika itu saya sungguh merasa seperti itu malam terakhir...tahu kan, malam terakhir, di mana semua orang bersuka ria dan melepaskan segala rasa sungkan dan malu. Padahal, itu malam pertama haha (malam ketiga bersama jika dihitung dari pra PK). Kemudian kami mengerjakan daily report. Saya dan seorang teman, Lucky, didaulat menjadi MC untuk persembahan pembukaan di hari berikutnya. Jadilah kami membuat teks MC dan berlatih bersama teman-teman lain yang bertugas hingga lewat tengah malam :')

Di hari kedua, pagi hari, kami memberikan persembahan pembukaan. Di persembahan pembukaan ini kami menyambut direksi LPDP. Kebetulan pada saat kami, yang datang adalah Direktur Keuangan dan Umum LPDP yaitu Pak Syahrul Elly Mahyudin. Kami menyambut mulai beliau masuk ke dalam ruangan, dengan 3 pasang peserta berpakaian adat Bali, Dayak, dan Madura. Kemudian beliau dipersembahkan tari piring dan tari tradisional kontemporer. Kedua tari ini luar biasa bagus. Sayang belum dirilis video-nya jadi saya nggak bisa tampilkan di sini. Tari kontemporer yang ditampilkan merupakan modifikasi dari tarian Jawa dan Bali, kemudian dikolaborasi dengan gerakan permainan tradisional (sesuai dengan tema angkatan kami). GILA. Itu keren banget sih, parah. Saking kerennya persembahan pembukaan kami, sampai ketika pemateri kedua datang, kami disuruh mengulangi x)
Kenapa? Karena pemateri kedua kami super spesial : Mayor Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono. Kalau dulu saya berpikir beliau terkenal karena beliau anak presiden...well...saya salah besar. Jika ada sesosok manusia yang mau disebut 'putera terbaik bangsa' maka di ruangan itu hanya beliau yang layak. Keren banget beliau lah. Pinter, ganteng, nasionalis.... Gusti...ada aja ya orang kaya gitu :') Err. Fokus, Aida. Setelah makan malam, kami juga dilanjutkan sesi kembali, yaitu oleh Bapak Muhammad Nasikin. Materi selesai pukul 10pm, sama seperti hari sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas daily report. Pada malam ini saya kelelahan sampai pada titik di mana otak saya tidak bisa memproses apa yang dikatakan oleh orang lain. Akhirnya saya digiring masuk kamar dan disuruh tidur. Sungguh memalukan x)

Haha. Hari ketiga, setelah diawali oleh olahraga seperti biasa...kosong sampai jam makan siang. Yah, begitulah tantangan kalau pengisi materi orang-orang luar biasa. Bisa dibatalkan last minute banget. Akhirnya kami memanfaatkan waktu dengan bonding angkatan. Yah, diskusi-diskusi lucu gitu deh. Terus setelah makan siang baru kami menerima materi lagi. Kali ini materi diberikan oleh Bapak Wardiman Djojonegoro. Diskusi berjalan dengan sangat seru dan terbuka, karena di luar dugaan saya, beliau sudah sepuh tapi suka melucu dan seru. Belakangan saya tahu, semasa menjabat jadi menteri, Bapak saya pernah menjadi kolega kerja beliau, bahkan menulis di satu buku yang sama. Aduh bangga sendiri jadinya hahahaha. Di malam hari, tidak ada materi lagi. Lagi-lagi last minute cancelation. Ini bukan salah pihak LPDP dan Pak Kamil ya. Pematerinya yang memang sibuk sekali. Akhirnya malam hari kami isi dengan mengerjakan tugas, latihan untuk acara penutupan PK, dan briefing untuk outbound oleh Pak Kamil. Kami diminta istirahat lebih cepat karena kami harus berangkat pukul 1 dini hari di hari selanjutnya.

Hari keempat. OUTBOUND! Kami diajak ke Cikole, Bandung untuk outbound. Kami berangkat jam 1am dari Wisma Hijau, dan begitu bus berangkat, seluruh peserta langsung tidur dengan pulas. Hahaha itu adalah tidur terlama dan ternyenyak dalam minggu itu. Saya betul-betul tidak terbangun sama sekali, tiba-tiba sekitar pukul 4.30am kami dibangunkan dan diberi tahu bahwa sudah sampai. Begitu sampai, turun dari bus, ternyata udaranya dingin sekali. Maklum, baru bangun tidur, baru dari Depok yang gerah pula. Namun kami disambut makanan ringan dan minuman hangat. Puji Tuhan. Kegiatan pertama kami adalah ice breaking. Salah satu ice breaking yang menarik adalah human machine. Jadi kami sekelompok diminta untuk meniru sesuatu yang bergerak, seperti di acara Masquerade. Ini seru. Banyak ide bagus yang muncul. Seperti perjalanan kereta, kapal Titanic, dan pohon yang tumbuh. Setelah itu selesai, baru kami mulai outbound yang sesungguhnya. Ada 4 permainan yang kami lakukan, yaitu rappeling (menuruni dinding dengan tali), flying foxsky run (menyeberangi titian di atas pohon), dan human jump (melompat dari platform ke sebuah samsak yang tergantung di atas jurang). Sayangnya, karena keterbatasan waktu dan jumlah kami yang cukup banyak, masing-masing hanya dapat mencoba maksimal 2 permainan, bahkan ada yang hanya mendapat kesempatan 1 kali, dan ada yang tidak mendapat kesempatan sama sekali (karena melebihi berat badan yang diizinkan). Setelah makan siang, kami main perang-perangan paintball. Seru banget. Banyak tawa yang terjadi walaupun kami keluar medan pertempuran dengan luka-luka (memar kena tembak hahaha). Paling seru ketika final. Penonton menempel di jaring pembatas, lalu berseru-seru menyemangati kedua tim yang bertanding. Berasa perang betulan, apalagi dengan terjadinya satu pertumpahan darah ketika ada peluru nyasar ke bibir. Itu seram. Tapi untung tidak ada gigi yang patah :( Jam 3pm, kami berangkat kembali ke Wisma Hijau, diiringi gerimis manis romantis dan kabut syahdu. Kembali, saya 'tewas' begitu bus mulai berjalan. Apalagi perjalanan ini adalah perjalanan yang sangat panjang. Hampir 5 jam di jalan..dan 5 jam itu pula saya gunakan maksimal untuk tidur nyenyak dan mangap hehehe. Sampai di penginapan, ternyata sudah sangat malam. Kami hanya makan, lalu jam bebas. Kembali kami mengerjakan tugas, lalu tidur lagi. Terlalu banyak tidur dalam satu hari :'))

Hari kelima. Kembali ke rutinitas. Di pagi hari kami mendapat materi metode pencairan dana dan simulasi sistem monitoring dan evaluasi oleh Bu Ratna Prabandari dan Pak Lukmanul Hakim. Tentu saja, ini seru sekali. Kenapa? Tentu saja, semua orang ingin tahu bagaimana cara mencairkan dana beasiswa ketika mulai kuliah nanti hehehe. Setelah materi disampaikan, sangat sangat menarik sesi tanya jawab. Saya baru tahu bahwa yang semangat untuk melanjutkan S3 setelah selesai S2 ada banyak. Saya jadi terpicu :') Kemudian di siang hari, kami kembali mengadakan By-You-For-You. Kami mengadakan dua sekaligus, yaitu Lipsync Combat dan Seni Pertunjukan Kontemporer. Di Lipsync Combat, kami menyetel lagu dan berakting seolah-olah kami yang menyanyi. Lucunya, acara ini malah jadi seperti kontes menari hahaha. Sementara itu di Seni Pertunjukan Kontemporer, kami harus menampilkan suatu pertunjukkan yang melintasi batas antar pertunjukkan seni. Misal, tari kontemporer gabungan antara tradisional dan modern, atau drama yang mencantumkan bentuk kesenian lain seperti menari dan menyanyi. Kebanyakan mengambil drama, tentu saja. Tapi ada satu kelompok yang menampilkan pertunjukkan yang luar biasa: menari diiringi seruling bambu. Kreatif sekali...dan membuat kelompok lain merasa tidak berarti hahahaha. Setelah makan malam, kami mendapat materi refleksi merah putih. Dalam materi ini, kami diingatkan akan pahlawan..akan orang tua..akan sahabat. Seperti biasa, sesi berakhir pukul 10pm. Setelah itu, kembali saya dan Lucky mempersiapkan untuk menjadi MC keesokan harinya. Malam itu saya kembali kolaps. Beberapa kali saya tertidur sedetik ketika Lucky bicara. Bahkan saya sempat tertidur di tengah-tengah mengatakan sesuatu hahaha.

Hari keenam. Acara penutupan.  Ini posternya:
Kami membuat acara penutupan di Kemendikbud, Senayan dengan tema Festival Dolanan 48, sesuai dengan tema besar kami. Acaranya luar biasa seru. Pagi-pagi kami buka Wahana Permainan Tradisional. Jadi di satu lapangan ada belasan permainan, mulai dari bentengan, galasin, congklak, bekel, lompat tali, engklek, gasing, egrang, rangku alu, balap karung, balap kelereng, ehmmm, pokoknya banyak lah. Saya juga nggak hafal saking banyaknya. Terus di dalam ada semacam pameran, pajangan permainan tradisional yang kecil-kecil, ada juga foto-foto pahlawan  nusantara. Juga ada Festival Jajanan Nusantara. Di sini, ada ratusan jenis jajanan nusantara yang tersaji. Semuanya dibawa oleh anggota angkatan 48 dari daerah masing-masing. Pokoknya bisa ngemil sampai puas lah. Sayangnya saya tidak berkesempatan menghabiskan banyak waktu di stand makanan ini, karena harus bertugas jadi MC. Padahal enak-enak semua :( Kemudian agak siang, kami mengadakan seminar permainan tradisional di dalam ruangan dengan pemateri Kang Zaini Alif dari Komunitas Hong. Beliau kece berat. Satu-satunya di Indonesia yang meneliti mainan tradisional mungkin beliau. Kalau mau mendapat gambaran mengenai beliau, bisa lihat di link berikut: https://youtu.be/hRVrm3svaUk
Secara keseluruhan acara ini sukses berat. Kami mengestimasi jumlah peserta yang datang berkisar antara 1500-2000 orang. Hal tersebut bukan dari daftar hadir, tapi dari jumlah goodie bag yang dibagikan. Kami menyediakan 500 goodie bag untuk orang dewasa dan 500 goodie bag untuk anak-anak yang semuanya ludes pada satu setengah jam pertama. Setelah itu selama acara berlangsung, tamu terus berdatangan hingga siang hari. Sungguh, sejujurnya kami kewalahan. Tapi senang. Saking besarnya acara ini, beberapa media nasional sampai meliput padahal tidak ada yang mengundang. Berikut video-video di youtube mengenai acara kami.

Net TV




Global TV


soulnesia



jawapos.com
http://www.jawapos.com/read/2015/11/15/10542/serunya-permainan-tradisional-bisa-tarik-wisman

Kompas


Dan dengan itu....berakhirlah masa-masa PK. Seminggu yang melelahkan, menyenangkan, mengharukan, mengaduk emosi, dan bagi saya pribadi, life changing moment. Seminggu kurang? KURANG! Kalau kata seorang kawan saya, Cici, biarlah kenangan itu tenggelam di sana....

Beasiswa LPDP #4 - Pra PK

Hai!

Seperti yang sudah saya janjikan, saya akan menceritakan semuanya setelah PK selesai.Jadi setelah dinyatakan lolos wawancara, kami diwajibkan mengikuti sebuah acara pelatihan atau karantina yang disebut dengan Program Persiapan Keberangkatan a.k.a. PK. PK ini akan dilakukan selama 6 hari di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok.
Namun sebelum berbicara mengenai PK, mari kita berbicara mengenai masa-masa sebelumnya, yaitu PRA-PK. Yak. Pra-PK.
Pada saat Pra-PK ini, awardee yang lolos seleksi pada gelombang ketiga tahun 2015 dibagi menjadi beberapa angkatan. Awalnya ada 7 angkatan, yaitu 46 hingga 51 plus 52 yang belum terbentuk. Saya dimasukkan ke dalam angkatan 48 (PK-48). Masing-masing angkatan memiliki tugas yaitu untuk memilih seorang ketua angkatan. Terpilihlah ketua angkatan kami yaitu M. Singgih Zulfikar Ansori. Terbentuk juga semacam susunan pengurus. Syafira Fitri Auliya sebagai wakil ketua 1 dan Meita Aznira sebagai wakil ketua 2. Laksita Rarastria Kharima menjadi sekretaris, Farah Aulia Rahman menjadi bendahara, sementara saya bertanggungjawab mengurusi database angkatan. Berjalanlah angkatan baru ini dengan megal megol belum stabil.
Tiba-tiba kami semua mendapat email bahwa angkatan kami akan 'dikeluarkan' sebagian, yaitu mereka yang beasiswa afirmasi dan perlu mengikuti Pengayaan Bahasa (PB) terlebih dahulu. JENG JENG. Angkatan kami yang masing belum stabil ini tergoncang luar biasa. Database berantakan. Regional berantakan. Tidak ada diskusi yang berjalan dengan baik. Lebih kacau lagi, teman-teman baru kami ex-PK-51 tidak mendapatkan informasi kalau mereka dipindah ke PK-48. Saya mendapat serbuan pertanyaan dari sana sini setidaknya selama 2 hari. Sudah gitu, ketua kami mengundurkan diri. Jadilah terjadi pergantian ketua (yang untungnya berjalan dengan damai dan tenang hehehe). Wakil 1 kami, naik menjadi ketua. Wakil 2 kami, naik menjadi wakil 1. Sementara itu, mantan ketua PK-51, Hendry Waldo K. Chendrawan. naik menjadi wakil ketua 2 angkatan kami.
Lambat-laun, sistem berjalan. Angkatan kami saling mengenal satu sama lain, 130 orang mulai bersatu padu membentuk angkatan PK-48 yang solid. Cela-celaan terjadi. Diskusi berjalan dengan baik. Dan tibalah saat-saat yang mendebarkan: pengambilan keputusan mau ambil tugas pra-PK atau engga.
Ternyata.....kompak semua ambil tugas.
YHA.
Jadilah hari-hari kami kemudian diisi dengan tugas. Satu, satu, satu, tau-tau 36 tugas kami kerjakan. Tugasnya mau tau apa aja? Ada deh. Nanti juga kalau jadi awardee tau. HAHA. Ada beberapa tugas yang akan saya ceritakan...
Salah satu tugas yang terpenting adalah menentukan tema angkatan. Tema angkatan akan berpengaruh pada nama angkatan, nama kelompok, jargon angkatan, dan tentu saja acara penutupan PK. Setelah diskusi panjang, akhirnya angkatan kami memilih tema Permainan Tradisional Nusantara. Sementara itu nama angkatan kami adalah Gempita Nusantara. Jargon angkatan kami yaitu Lestarikan Budaya, Ceriakan Bangsa. Jargon ini ada gerakannya. Nanti kalau sudah rilis videonya, akan aku tambahkan di sini. Terus nama kelompok. Pembagian kelompok (yang merupakan salah satu tugas) adalah tantangan terberat bagi tim database. Kenapa? Syarat pembagian kelompoknya berlapis HIKS. Tapi akhirnya kami berhasil membagi angkatan menjadi 6 kelompok. Nama dari kelompok-kelompok tersebut adalah Ular NagaDakonGasingMeong-MeongEgrang, dan Kolecer. Semua nama tersebut adalah nama permainan tradisional.
Lalu-lalu, selain mengurusi internal angkatan dan tugas-tugas, kami juga mengurusi urusan eksternal. Pihak LPDP memberikan kebebasan bagi kami untuk mengusulkan (dan mencari link) untuk pembicara PK. Ternyata, banyak sekali yang punya link  ke orang-orang hebat negeri ini. Kemudian selain itu, kami juga harus mengurusi acara penutupan. Kami membuat konsep acara penutupan, survey lokasi, mencari pembicara, hingga mencari sponsor. Selain itu, kami juga harus memikirkan sebuah program pengabdian masyarakat, yaitu Menyapa Indonesia. Program ini dilakukan di salah satu desa termiskin di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berapa lama waktu yang kami punya untuk melakukan semua itu? 6 minggu saja. Praktis sebagian besar waktu kami tersita untuk Pra-PK ini.
Komunikasi dilakukan melalui berbagai media sosial, LINE, whatsapp, milis....setiap hari kami masing-masing menerima ribuan pesan, ribuan informasi mulai dari yang penting banget hingga yang tidak penting (guyon). Saya yakin, bukan hanya saya yang merasa overwhelmed dengan itu semua, bukan hanya saya yang merasa senewen dan stress dengan serbuan notifikasi setiap hari. Beruntung, lama-lama ada rasa nyaman yang timbul, dan justru ada rasa khawatir ketika tiba-tiba grup sepi hahahaha.
Tapi nggak apa-apa. tidak ada suatu apapun yang dapat didapatkan tanpa usaha, tanpa kerja keras. Dari kerja keras kami selama pra-PK, kami jadi begitu intens berkomunikasi satu sama lain, tanpa sadar membangun jejaring yang solid. Dengan siapa? Dengan calon pemimpin masa depan Indonesia. Di mana lagi saya bisa bertemu dengan 129 orang hebat sekaligus? Hanya di sini tempatnya :)
Masih termasuk pra-PK, 2 hari sebelum PK kami memutuskan untuk nginep bareng di Depok. Ini seru banget sih. Di hari pertama, ada regional DIY-Jateng, regional Bandung, dan regional Kalimantan yang datang. Hari pertama diisi dengan kenal-kenalan. Banyak banget orangnya fiuh. Dan (hampir) semua orang bilang: OH INI YANG NAMANYA AIDA. Uhm. Yeah. Hi! Banyak orang yang persis sama dengan di foto, jadi mudah menghafal. Tapi ada beberapa orang yang...berbeda sama sekali dengan di foto. Oh well. Di hari pertama ini, kami juga melakukan latihan-latihan untuk pertunjukan kelompok. Juga latihan flashmob. Juga mengumpulkan tugas ke ketua kelompok. Juga merapikan beberapa data yang perlu dirapikan. Di hari kedua, kegiatan kurang lebih sama. Tapi jumlah orangnya lebih banyak, dengan regional Sumatera dan regional Sulawesi yang sudah datang. It was overwhelming. Fiuh. Di hari kedua, ketegangan dan antisipasi mau PK sangat terasa. Tapi seru biaanget. Rasanya kaya lagi liburan hahahaha. But it was great to get to know these people :)

Beasiswa LPDP #3 - Seleksi Substantif

Hai! Ini tulisan terakhir dari serial  beasiswa LPDP. Mungkin nggak terakhir sih, nanti akan ada lagi, tapi berhubung saya belum menjalani, jadi sementara ini terakhir. Nanti begitu saya menjalani tahap selanjutnya, akan saya tulis lagi. Serial ini saya tulis sebagai rasa terima kasih pada mereka yang sudah menulis terlebih dahulu dan menolong saya, juga sebagai dukungan kepada mereka yang mau berjuang untuk memperoleh beasiswa ini. You go, guys! 

Kali ini kita sampai di tahap seleksi terpenting dan paling mendebarkan jiwa dan raga : Seleksi Substantif. Tahap seleksi ini biasa disebut tes wawancara, karena memang salah satunya adalah wawancara. Selain wawancara, yang dilakukan adalah verifikasi berkas, on-the-spot-essay-writing dan leaderless-group-discussion.

Saya akan menuliskan ringkasan blog walking saya sebelum saya menjalani seleksi substantif ini, kemudian akan saya tuliskan juga pengalaman saya sendiri. Tapi sebelumnya saya minta maaf sebesar-besarnya karena saya tidak mencatat blog-blog yang pernah saya kunjungi, saya hanya mencatat isi dari apa yang mereka sampaikan, jadi mohon maaf tidak ada referensi yang akan saya cantumkan. Semoga tidak mengurangi keasyikan kalian membaca postingan ini ya.
  • Perhatikan jadwal dan kelompok kamu
  • Datanglah 1-2 jam dari jadwal awal (misal jadwal wawancaramu jam 14.00, standby dari jam 13.00 setidaknya)
  • Datanglah hanya pada hari yang ada jadwalmu (kemarin waktu saya, seleksi ini dibagi menjadi 3 hari, jika kita dapat jadwalnya di hari kedua atau hari ketiga, di hari pertama tidak perlu datang)
  • Bawalah aura bahagia
  • Banyak-banyak berdoa
  • PEDE
  • Be yourself
  • Berpakaian rapi, warna cerah (soal berpakaian ini...well...saya waktu itu hanya pakai kemeja biasa, warnanya pink, pakai celana jeans hitam, dan sepatu converse putih...yang sudah berubah menjadi agak kecokelatan. SAYA SALAH KOSTUM SAUDARA-SAUDARA. Sebagian besar peserta pakai celana bahan, sisanya pakai rok. Terus nggak ada satupun kecuali saya yang pakai sepatu sneakers, para pria pakai sepatu pantofel, para wanita pakai flat shoes, atau high heeled shoes, atau pantofel juga. Bahkan banyak yang pakai blazer. Jadi..yah...pakai baju yang rapi seperti wawancara kerja yah..rapi profesional gitu bukan rapi kuliah)
  • Rajin-rajin blogwalking
  • Peserta lain itu BUKAN lawan, lawanmu adalah dirimu sendiri
  • Seperti kata kakak kelas saya, "kalau latiannya bisa, ujian benerannya pun pasti bisa"

Ini hari besar. Siapkan diri, siapkan mental. Jangan sampai sakit, jangan sampai lemes, jangan sampai hatinya tidak bergembira. Saya berhati-hati menjauhkan diri dari hal-hal tidak menyenangkan 2 hari sebelum hari H. Sampai di hari H, mental saya jatuh karena sepatu saya yang rada buluk itu hahahaha. Tapi saya membuat mindset : sepatu nggak dinilai, all is good, all is well. Pas hari H jadwal saya pertama itu jam 10.00, yaitu menulis essay. Lalu dilanjutkan dengan LGD. Kemudian jam 13.00 saya verifikasi berkas dan jam 16.00 saya wawancara. Sehari penuh! Tapi menyenangkan...karena setelah itu selesai, tidak ada beban lagi hehe. Jadwal untuk masing-masing tahapan akan jelas, di lokasi pun ada meja informasi yang akan dengan senang hati menjawab informasi kita. Hati-hati, jangan sampai terlambat. Kemarin waktu saya di ruangan untuk menulis essay, ada yang terlambat masuk, dan orang itu terlambat lagi untuk LGD (padahal dilakukan secara berkesinambungan). Sungguh mengganggu dan entah apa perasaannya ketika ditegur oleh reviewer. Kalau saya mungkin akan langsung menangis lalu pulang.

Verifikasi Berkas
  • Ini tahap penting, karena kalau tidak lolos tidak boleh wawancara
  • Siapkan dokumen dari hari sebelumnya
  • CEK lagi dokumen malam sebelumnya, masukkan tas supaya tidak tertinggal
  • CEK lagi sebelum berangkat
  • Masukkan dalam map, urutkan sesuai dengan daftar di lembar verifikasi dokumen
  • Pastikan berkas yang dibawa SAMA dengan yang diunggah dan SESUAI dengan format LPDP
  • Pastikan berkas valid dan up-to-date (karena saya melihat ada orang yang bawa SKCK tahun 2013 kemarin)
  • Bawa dokumen yang ASLI, bukan hasil scan, bukan hasil fotokopi
  • Nggak usah khawatir kalau belum ada LOA, it's ok


Leaderless Group Discussion
  • Sebelum hari H, banyak-banyak baca koran dan berita dan nonton TV
  • Cari tahu apa yang lagi hits untuk dibahas 2-3 bulan ke belakang (waktu kemarin saya LGD topiknya tentang Go-Jek dan Grabbike)
  • Perhatikan baik-baik petunjuk dari reviewer yang akan mem...buka jalannya diskusi
  • Sampaikan pendapat yang berbobot dan solutif tanpa mendominasi
  • Perhatikan etika dalam berbicara, bermasyarakat, dan menyampaikan pendapat
  • Jangan menjatuhkan pendapat orang lain mentah-mentah (boleh meyanggah atau tidak setuju tapi sampaikan dengan cara yang santun)
  • Saling menguatkan pendapat, boleh menambahkan
  • Jangan asal setuju, tapi usahakan bisa sejalan supaya bisa sampai ke kesimpulan (karena kesimpulan diperlukan)
  • Jujur, sederhana, realistis, logis, aplikatif
  • Bersedialah membuka diskusi dan/atau menjadi moderator (poin kepemimpinan)
  • Kalau moderator sudah diambil orang, ajukan diri jadi notulen
  • Jangan skeptis
  • Bantu teman sekelompok yang terlihat minor (misal dengan menguatkan pendapat dia)
  • Usahakan seefisien mungkin berbicara
  • Jangan mendominasi diskusi (berbicara lebih dari 3 kali)

LGD ini begini kondisinya, 10 orang dimasukkan dalam ruangan yang sama, duduk di suatu meja melingkar hanya membawa satu buah pulpen dan papan nama. Urutan duduk akan diatur oleh reviewer pemandu, sehingga kita tidak punya pilihan. Kita akan diberikan selembar kertas kecil untuk coret-coretan, mencatat ide kita, kertas ini harus diberi nama dan dikumpulkan. Kata reviewer-nya, mereka akan mengecek kertas tersebut lalu dibandingkan dengan apa yang kita sampaikan secara lisan: apakah sinkron, apakah kita mudah terpengaruh untuk setuju-setuju saja, atau gimana. Jadi...hati-hati dengan apa yang ditulis dan diucapkan. Selain itu, kita juga akan diberikan selembar kertas besar untuk mencatat hasil diskusi dan kesimpulan. Kertas ini, saya serahkan pada notulen saya (((NOTULEN SAYA))). Yak. Saya yang menjadi pemimpin/moderator diskusi pada saat LGD. Saya sempat membaca di suatu blog bahwa yang lolos adalah yang berani membuka diskusi, maka diiringi debar jantung yang luar biasa, saya membuka diskusi sebelum orang-orang lain memulai. Kuncinya...speed reading. Kita akan diberi selembar kertas kasus dan tugas yang harus didiskusikan. Nanti tugas tersebut harus terjawab oleh kesimpulan. Dengan kata lain, orang yang memulai diskusi harus lebih dulu menuntaskan bacaannya lalu berpikir dengan cepat apa yang akan disampaikan sebagai pendapat awal. Menurut saya, sebenarnya saya kacau...suara saya bergetar karena saya deg-degan setengah mati, dan pendapat saya mediocre. Nggak jadi soal. Yang penting berani wakakaka. Nah, seluruh proses diskusi, dari pengarahan hingga penyampaian kesimpulan, hanya diberi waktu 45 menit kalau nggak salah. Itu waktu yang sangat, sangat pendek. Jadi satu orang hanya punya kesempatan 2-3 kali bicara, bahkan ketika saya masing-masing hanya ngomong 2x, hanya 2 atau 3 orang yang ngomong 3 kali. Saya juga cuma 2 kali. Maka itu, berbicaralah secara efisien dan sistematis..jangan jadikan ajang ini lomba pidato.

Wawancara

Berikut ini adalah daftar tips yang saya ambil dari berbagai blog dan dari pengalaman saya sendiri:
  • Jangan tegang, pasang muka bahagia, masuk ruangan sambil SENYUUUMMM :))
  • Memberi salam, menyapa terlebih dahulu, menjabat tangan para interviewer, memperkenalkan diri sambil tersenyum
  • PD
  • Tatap mata lawan bicara
  • Duduk rileks tapi anteng
  • Jujur, sederhana, realistis
  • Be yourself
  • Antusias
  • Menguasai betul-betul bidang yang kita ajukan
  • Duduk tegak cenderung condong ke arah pembicara, jangan bersandar
  • Tunggu interviewer selesai bicara/bertanya dulu baru jawab
  • Senyummmm
  • Jawab yang ringkas dan jelas, tidak perlu bertele-tele
  • Jujur!
  • Kalau nggak lancar berbahasa inggris, latihan dulu dengan teman atau dengan cermin (yakinlah, nggak semua interviewer lancar bahasa inggrisnya)
  • Siapkan semua kemungkinan, wawancara 100% bahasa inggris, 75% bahasa indonesia 25% bahasa inggris (saya), 75% bahasa inggris 25% bahasa indonesia (orang-orang), 50% bahasa inggris 50% bahasa indonesia (sebagian besar orang-orang)
  • Kalau negara tujuan nggak berbahasa inggris, siapkan diri untuk demo menggunakan bahasa asing tersebut
  • Setelah selesai, ucapkan terima kasih, jabat tangan interviewer satu per satu baru keluar ruangan

Sementara ini adalah daftar pertanyaan yang saya ambil dari berbagai blog, untuk pertanyaan yang betul-betul keluar ketika wawancara saya, akan saya tandai:
  • Kehidupan pribadi incl. pekerjaan dan keluarga
  • Motivasi melanjutkan studi di luar negeri alih-alih di dalam negeri
  • Rencana studi (kita harus benar-benar menguasai seluk belum program yang akan kita ambil0
  • Visi dan kontribusi ke depan untuk Indonesia (*)
  • Kelebihan dan kekurangan Anda
  • Kenapa Anda pantas menerima beasiswa ini
  • Kenapa ambil program studi X di perguruan tinggi Y (*)
  • Sebutkan Pancasila dalam bahasa inggris
  • Tonjolkan hal apa yang telah dan akan kamu lakukan untuk kemajuan Indonesia
  • Bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulis di essay dan di formulir pendaftaran (*)
  • Karya terbaik dalam hidup Anda untuk masyarakat?
  • Diri Anda pribadi (nama, tempat tinggal, asal universitas, asal program studi) (*)
  • Ambisi Anda dalam hal apa
  • Motivasi terbesar Anda apa
  • Kegiatan setelah wisuda hingga sampai tahap wawancara
  • Apa kegiatan selama kuliah (*)
  • Describe yourself in three words
  • Describe yourself ten years later
  • Apa kesulitan terbesar Anda
  • Apa kelemahan yang ada pada diri Anda yang bisa menghambat jalannya studi Anda
  • Yakin mau jadi dosen? Sudah tau tantangan jadi dosen apa aja?
  • Sudah mikir bahwa setelah lulus S2 Anda dituntut S3?
  • Apa unique selling point Anda?
  • Kamu ikut ekskul tari ya? Coba tunjukkan sedikit.
  • Kalau gagal LPDP, plan B-nya apa?
  • Apa kegiatan di masyarakat di luar kuliah? (*)
  • Anda tau darimana info tentang perguruan tinggi tujuan?
  • Sudah tahu kurikulumnya? Mata kuliahnya cocok? (ini nggak ditanya ke saya tapi ketika ditanya kenapa ambil program studi tersebut saya menjelaskan kurikulum dan mata kuliahnya yang cocok menurut saya)
  • Apa karakteristik Anda yang memberi manfaat dalam studi Anda?
  • Apa poin penting yang ada dalam diri Anda yang meyakinkan kami agar bisa meloloskan Anda?
  • Sudah dapat LOA? (*) (saya jawab belum, karena baru buka pendaftaran November, it's ok, i promise)
  • Apa study plan-mu tidak bisa dilakukan di Indonesia (atau, kenapa nggak mau sekolah di Indonesia?) (*)
  • Kamu pernah nggak jadi pembicara seminar? (*)
  • Berapa banyak jurnal internasional yang kamu pakai dalam skripsi kamu? (*)
  • Pernah membuat jurnal yang sudah dipublikasi? (*)
  • Organisasi apa yang sangat berkesan dan membentukmu memiliki pribadi seperti ini
  • Ekspresikan rasa cintamu pada bangsa Indonesia
  • Apa yang sudah Anda pelajari tentang negara tempat tujuan Anda
  • Apakah Anda akan homesick? Bagaimana cara mengatasinya? (*)
  • Anda yakin mau kuliah, nggak mau menikah dulu? (ada cewek yang ditanya seperti ini ketika mengajukan diri untuk beasiswa S3)
  • Bagaimana cara Anda mengabdi bagi nusa dan bangsa?
  • Nanti ketika kuliah kesulitannya kira-kira apa? (*)
  • Kamu kayanya suka belajar macem-macem nih, sebenarnya kamu tu sukanya apa sih? (*) (ini berdasarkan essay yang ditulis)
  • Coba ceritakan bagaimana kamu bisa mendapat prestasi ini (*) (berdasarkan formulir pendaftaran)
  • Mau pulang nggak ke Indonesia? (*) (di sini harus dijawab HARUS PULANG PAK. kenapa? soalnya itu syarat LPDP, jangan sampai kemakan omongan manis interviewer)
  • Kamu mau jadi apa sih? (*)
  • Kalau nggak bisa jadi dosen, mau ngapain? (*)
  • Kalau kamu ditempatkan di daerah terpencil di Indonesia, mau? (*)
  • Kalau nggak ada kesempatan untuk jadi dosen atau peneliti di Indonesia, tapi kamu ditawari buat kerja di negara tujuanmu, gimana? (*) (JANGAN TERJEBAK! jawab aja harus pulang, ngapain kek)
  • Berdasarkan keahlian studi kamu, nanti kontribusinya di bidang ini gimana? (*)
  • Bisa tolong ceritakan latar belakang S1 kamu itu belajar apa dan hubungannya dengan program studi tujuan kamu itu apa? (*)
  • Kamu kan perempuan, nggak apa-apa kerja di lapangan? (*) (WTF, don't do 'kamu kan perempuan' with me -__-)
  • Kamu kan milih negara ini, itu kan cuma satu tahun, nggak kurang? (*) (saya kan nggak mau jalan-jalan Pak....saya mau kuliah T_T)

On The Spot Essay Writing

Waktu saya kemarin tes substansi, pertama kalinya dalam seleksi LPDP ada On The Spot Essay Writing. Jadi sama sekali nggak ada bayangan kaya gimana itu. Ternyata begini prosedurnya. Kita akan dimasukkan dalam satu ruangan, duduknya terserah. Terus kita dikasih LJU. Di sini kita akan menuliskan essay kita. Ke tempat duduk kita hanya membawa papan jalan, pulpen, dan kartu peserta (untuk menulis nomor peserta). Yak. Papan jalan. Nggak ada mejanya komandan! Susah bener nulisnya. Terus kita akan dibagikan selembar kertas, isinya semacam kasus pendek. Dari kasus tersebut, akan ada pertanyaan, dan jawaban kita harus dituang ke dalam essay. Kasusnya waktu saya itu ada dua, kami boleh milih. Kasus pertama, pendapat mengenai revolusi mental dan korupsi. Kasus kedua, pendapat mengenai bonus demografi beberapa tahun ke depan. Tidak ada keterangan mengenai berapa jumlah kata yang harus ditulis. Tidak ada keterangan mengenai jenis essay. Bebas.  Hanya ada keterangan mengenai batasan waktu penulisan essay, yaitu 30 menit. Tapi sebebas apapun, perhatikan hal-hal berikut:
  • Jangan sampai lupa menulis nama dan nomor peserta
  • Perhatikan ejaan dan tulisan, jangan sampai typo, bisa konyol
  • Perhatikan kesinambungan antar paragraf
  • Perhatikan struktur essay yang baik, ada pembuka, isi, dan penutup
  • Rancang dulu jawabannya, baru tuliskan
  • Atur waktu dengan baik
  • Baca ulang sebelum diserahkan (walaupun sepertinya tidak ada yang bisa dilakukan, mungkin kita bisa menambahkan huruf u ke setuj)

Pengumuman seleksi substantif dilakukan pada tanggal yang tertera di jadwal. Pengumuman disampaikan pertama kali melalui akun masing-masing, waktu itu mungkin sekitar jam 11an lah. Atau sedikit lebih pagi. Entah. Sudah siang, sekitar jam 13an ada email dari LPDP. Lalu lebih sore, ada sms. Pokoknya pas tanggalnya itu rajin-rajin ngecek aja hehehe.

Oke, rasanya semuanya sudah saya tulis...walaupun mungkin akan ada yang terlupa juga sih. Tapi nanti akan saya tambahkan kalau ingat. Kalau mau ada yang ditanyakan lebih lanjut bisa dikirim melalui email ke:



Semangat! Semoga sukses! Saya tunggu kabar baiknya! Nanti kalau sudah PK akan saya ceritakan juga isinya seperti apa :)))



Beasiswa LPDP #2 - Essay

Hai.

Ini adalah postingan kedua mengenai beasiswa LPDP. Dalam postingan ini saya akan membahas mengenai ketiga essay yang menjadi syarat dalam seleksi administrasi. Ketiga essay tersebut adalah Rencana StudiSukses Terbesar dalam Hidupku, dan Kontribusiku Bagi Indonesia. Yang di poin-poin adalah keterangan resmi yang bersumber dari Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP. Sementara itu, yang di bawahnya adalah keterangan dari saya sendiri berdasarkan apa yang saya lakukan.

Rencana Studi

  • 500-700 kata
  • Deskripsikan rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi
  • Deskripsikan topik apa yang akan ditulis dalam tesis 
  • Deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan dilakukan selama studi
Essay ini adalah essay yang sungguh-sungguh deskriptif. Saya memulai essay saya dengan latar belakang singkat mengapa saya memilih program studi tujuan saya, dikaitkan dengan latar belakang S1 saya. Di paragraf kedua dan ketiga, saya menjelaskan semua mata kuliah yang harus diambil di semester satu dan dua. Di paragraf keempat, saya menjelaskan apa yang harus saya kerjakan di semester tiga (ujian) dan menjelaskan sekilas tesis saya kira-kira mengenai apa. Lalu di paragraf terakhir, saya menyebutkan kegiatan di luar kuliah...yaitu ikut klub Indonesia (karena saya mendaftar program di luar negeri). Sudah. Segitu aja. Tapi menurut seorang sahabat saya....
"Menurut pendapat aku penjabaran kamu disini sudah terlalu detail. Bukankah lebih baik rencana studi yg kamu jabarkan seputar :
- Apa yg akan kamu ambil ?
- Mengapa kamu memilih itu?
- Kenapa memilih negara itu?
- Kenapa kamu bisa tau univ itu?
- Korelasi dengan studi kamu s1?
Karena pada saat wawancara dr pengalaman aku, mereka lebih bertanya mengenai korelasi antara s1 dan s2 yg kita jalani."
Kami berdua sama-sama lolos. Jadi ya silakan memilih tipologi essay yang mana hahaha.


Sukses Terbesar dalam Hidupku
  • 500-700 kata
  • Deskripsikan sukses terbesar dalam hidup Anda
Essay ini menurut saya agak menjebak. Kita dituntut untuk 'memamerkan' kelebihan kita, tapi saya rasa, jika kita terlalu membanggakan diri, juga akan salah. Jadi hati-hati. Yang saya lakukan dalam essay saya adalah menitikberatkan pada 'kenapa sih saya menghitung hal ini sebagai sukses?'. Contohnya gini. Saya itu tidak bisa menggambar. Buat saya, bisa menggambar adenium sampai membuat guru tidak percaya itu saya sendiri yang menggambar, adalah sukses terbesar selama karir saya di semester itu. Kenapa? Karena saya bisa mengalahkan diri saya sendiri. That's it. Buat saya, dapat ranking 1 di kelas selama 6 semester berturut-turut di SMP itu biasa aja. Kenapa? Wes kulino, nggak perlu usaha keras untuk mencapai itu. Jadi coba lihat. Sukses apa sih yang sukses untuk kamu sendiri?

Kontribusiku Bagi Indonesia : kontribusi yang telah, sedamg, dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya
  • 500-700 kata
  • Deskripsikan diri Anda
  • Deskripsikan kontribusi yang telah, sedang, dan akan Anda lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi dan komunitas
  • Deskripsikan mimpi Anda tentang Indonesia masa depan
  • Deskripsikan peran apa yang akan Anda lakukan
  • Deskripsikan cara Anda mewujudkan mimpi tersebut
Menurut saya essay ini adalah essay yang paling mudah untuk ditulis. Mengapa? Karena sudah ada outline-nya, kita tinggal memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Namun kesulitannya adalah...kontribusi apa sih yang sudah saya berikan? Ketika mendengar kata kontribusi, yang terbayang pasti hal-hal besar...seperti Einstein yang berkontribusi membuat teori relativitas atau seperti Ibu Susi Pudjiastuti yang berkontribusi membuat Susi Air untuk menjangkau daerah yang sebelumnya sulit terjangkau. Eit. Tunggu dulu. Saya rasa bukan itu yang dimaksud oleh LPDP ketika meminta kita menulis kontribusi. Saya rasa, kontribusi bisa terjadi melalui hal-hal kecil. Tapi itu menurut saya, bisa saja salah hhehehehe. Yang jelas, kontribusi-kontribusi kecil saya yang sudah mengantar saya lolos seleksi administrasi. Seperti...menjelaskan kepada keluarga saya bahwa telur ikan nggak boleh dimakan...seperti menjelaskan kepada teman saya yang Tionghoa bahwa hiu nggak boleh dimakan...seperti menjelaskan pada anak SD di Karimunjawa bahwa karang harus dilindungi demi masa depan mereka. Kecil. Dampaknya juga entah. Tapi itu kontribusi yang sungguh-sungguh sudah saya lakukan. Ya kan?


Berdasarkan pengalaman blog walking  dan menulis essay-essay ini, berikut tips secara umum menurut saya (yang belum tentu benar semua tapi pasti ada yang benar):
  • Jujur, jangan melebih-lebihkan, jangan mengurang-ngurangi, jujur aja
  • Tulis sendiri essay-mu
  • Minta orang lain baca dan menilai essay-mu, terutama orang yang mengenal kamu dengan baik dan nggak takut nyela kamu (seperti sahabat saya tadi wakakaka)
  • Cek ejaan dan ketikan, ini penting sekali
  • Gunakan bahasa formal tapi tidak kaku
  • Kuasai seluruh isi essay, nanti akan ditanyakan random pada saat wawancara, kalau tidak sinkron antara jawaban kita dengan essay-nya, ketauan dehhh
  • Perhatikan jumlah kata, jangan kurang dari 500, jangan lebih dari 700
  • Batasi penggunaan kata 'saya', hindari essay yang aku-sentris
  • Buatlah essay dengan struktur yang 'baik', ada pembukaan, isi, penutup
  • Sekali lagi: JUJUR dan TULIS SENDIRI
  • Sambil menulis sambil berdoa!
Nah, segini aja ya. Saya sengaja memang nggak mencantumkan essay-essay saya, nanti terlalu inspiratif dan membuat kalian jiper mau menulis essay lain malah kacau kan HAHAHAHA. Kalau sekiranya ada yang mau minta essay saya boleh, dengan syarat dan ketentuan tertentu...hubungi via email di 



Oke? Goodluck!

Beasiswa LPDP #1 - Pengantar dan Pemberkasan

Hai.

Ini adalah postingan pertama dari serial mengenai pengalaman saya mendaftar beasiswa LPDP. Di postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai apa itu beasiswa LPDP. Jadi begini ceritanya....

LPDP itu adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, sebuah badan non eselon yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Dewan penyantun dari LPDP adalah Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Agama. Website LPDP dapat diakses di sini.

LPDP menyediakan beberapa jenis beasiswa dan juga pendanaan riset. Beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP yaitu Beasiswa Magister dan DoktorBeasiswa Tesis dan DisertasiBeasiswa AfirmasiBeasiswa Spesialis Kedokteran, dan Presidential Scholarship. Sementara itu pendanaan riset yang ditawarkan berupa Bantuan Dana RISPRO dan Penghargaan Publikasi Ilmiah.

Selanjutnya, di postingan ini dan di postingan dalam serial ini, saya akan membahas mengenai Beasiswa Magister, sesuai dengan pengalaman saya. Informasi lengkap mengenai Beasiswa Magister  dapat diunduh di sini.

Pesyaratan untuk mendaftar program beasiswa magister LPDP adalah sebagai berikut:
  1. Telah menyelesaikan studi program sarjana/sarjana terapan dan tidak berlaku bagi yang telah menyelesaikan program magister di universitas dalam maupun luar negeri
  2. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,00 pada skala 4
  3. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP (untuk studi program Magister di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600; untuk studi program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750)

Untuk mendaftar, kita harus membuat sebuah akun di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/ . Petunjuk pengisian akun tersebut dapat diunduh di sini, saya sarankan untuk mengunduh terlebih dahulu Booklet Beasiswa dan User Manual sebelum melakukan pembuatan akun. Melalui akun tersebut, kita dapat menginput data diri kita, beserta program beasiswa yang kita inginkan. Untuk menjadi perhatian, LPDP memiliki daftar perguruan tinggi yang menjadi tujuan. Dengan kata lain, kita tidak bisa memilih universitas di luar universitas yang tercantum dalam daftar tersebut. Jika memilih program Magister - Luar Negeri, perguruan tinggi dapat dipilih setelah memilih negara tujuan. Sementara itu untuk program Magister - Dalam Negeri, selain memilih perguruan tinggi yang ada dalam daftar, pelamar beasiswa juga hanya dapat memilih program studi yang tercantum dalam daftar, sesuai dengan bidang yang menjadi pilihan.

Berkas yang harus disiapkan untuk diunggah (dan dibawa pada saat seleksi substantif bila lolos seleksi administrasi) adalah:
  1. Ijazah sarjana (S1)
  2. Transkrip nilai sarjana (S1)
  3. Rencana studi (dalam bentuk essay)
  4. Sertifikat bahasa asing yang diakui LPDP dan masih berlaku (biasanya 2 tahun sejak tanggal dikeluarkan sertifikat, tapi mohon mengacu kembali pada peraturan masing-masing tes)
  5. Surat pernyataan (format dapat dilihat di dalam Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP)
  6. Surat izin belajar sesuai format LPDP (bagi yang sudah bekerja)
  7. Surat rekomendasi sesuai format LPDP (menurut informasi yang saya terima, makin tinggi pemberi rekomendasi maka akan makin tinggi nilainya, namun pada kenyataannya, seorang kawan yang 'hanya' mendapat rekomendasi dari dosen yang baru bergelar master pun dapat lolos)
  8. Letter of Acceptance conditional maupun unconditional (jika belum ada TIDAK APA-APA, NGGAK USAH KHAWATIR)
  9. KTP
  10. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba, plus bebas TBC jika mendaftar program ke luar negeri (ini harus dari rumah sakit pemerintah)
  11. SKCK (yang masih berlaku, kalau bisa pada saat wawancara pun masih berlaku)
  12. Essay "Sukses Terbesar dalam Hidupku" dan "Kontribusiku Bagi Indonesia" (akan dibahas lebih lanjut dalam Beasiswa LPDP #2 - Essay)
Jangan lupa, seluruh berkas tersebut harus valid dan jujur. Jika ditemui ketidakjujuran, akan selamanya dimasukkan dalam daftar hitam LPDP. Berkas yang harus disiapkan terlihat banyak dan merumitkan, tapi pada kenyataannya tidak. Lagipula, kerumitan pada saat menyiapkan berkas itu akan terbayar pada saat kita betul-betul menerima beasiswanya. Kenapa? Ini adalah daftar pembiayaan yang akan ditanggung oleh LPDP:
  1. Biaya Pendidikan, meliputi: Pendaftaran (at cost), SPP termasuk matrikulasi non bahasa (at cost), Non SPP yang dapat digunakan untuk tunjangan buku, tesis, seminar, publikasi, wisuda (paket, per tahun, akumulatif).
  2. Biaya Pendukung, meliputi: transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost), asuransi kesehatan (paket), visa (at cost), hidup bulanan (paket), tunjangan keluarga (paket), kedatangan (paket), insentif peringkat perguruan tinggi unggulan yang memenuhi ketentuan LPDP, dan keadaan darurat yang disetujui oleh LPDP.
Basicallyeverything. Kita hanya perlu bawa baju dan laptop sendiri hahahaha.
Karena ini mungkin, beasiswa LPDP belakangan ini lagi hits banget jadi inceran mereka-mereka yang mau kuliah lagi tapi nggak mau ngeluarin uang. Termasuk saya. ENG ING ENG.

Pendaftaran LPDP buka sepanjang tahun, tapi ada jadwal seleksinya, jadwal tahun 2015 dapat diunduh di sini. Jadwal seleksi ini meliputi tanggal penutupan submit administrasi, jadwal seleksi substantif, serta tanggal pengumuman hasil seleksi substantif. Saran saya, siapkan berkas jauh-jauh hari dari tanggal penutupan submit berkas. Kenapa, karena hampir semua berkas harus di-scan dan diunggah. Kalau mepet dan keburu-buru, takutnya hasilnya tidak maksimal. Selain itu, penulisan essay juga tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Lagipula, tidak usah memaksakan ikut tahap tertentu kalau memang belum siap, toh pendaftaran dibuka sepanjang tahun. Jangan lupa, sebelum klik submit berdoa dulu. Menurut saya (walaupun saya tidak berani memastikan), asal berkas kita valid dan jujur kita akan lolos seleksi administrasi. Malah kadang-kadang panitia LPDP kecolongan, seperti meloloskan seseorang yang IELTS-nya hanya 5.5 dan seseorang lain yang mengunggah SKCK 3 tahun sebelumnya. Jangan seperti itu ya!



Oke. Untuk pengantar rasanya ini sudah cukup panjang ya. Sampai ketemu di postingan berikutnya :)

Thursday, October 20, 2016

First Post

The last time I write was quite long time ago. Now, as my life is changing, let's also change that fact.
I made this blog in the spirit of celebrating two things:
1. two months ago today I arrived here to The Netherlands
2. two weeks from now on this day I will have my first exam here in The Netherlands.

...legit unreasonable reason right.

Anyway. I am hoping I can document my two years life here in words (probably occasionally pictures). 

I will also throw in some stuff I did before I finally be able to arrive here. I hope I can help some fellow star catchers.

Expect posts both in English and Bahasa Indonesia.
Expect roller coaster.
Expect course contents, parties, trips, recipes, and experiences.
Expect inconsistency.

Expect life.